Wednesday, November 16, 2005

Menjadi Tempat Curhat Mertua

Jadi tempat curhat mertua asyik juga lho. Tapi, sebaiknya jadi pendengar setia atau penasehat yah?

Ingin rasanya Wanti menutup gagang telepon yang sudah setengah jam lalu ia genggam. Tapi celotehan ibu mertuanya di ujung sana tak kunjung usai. Wanti pun tak kuasa untuk menghentikannya. Ibu mertuanya sedang asyik curhat padanya. Padahal, Wanti punya setumpuk pekerjaan yang sudah menanti. Jadi, meski gelisah Wanti tetap menjadi pendengar setia.

Menjadi tempat curahan hati mertua memang tidak mudah. Seringkali kita dituntut mengesampingkan kegiatan lain dan harus siap mendengarkan keluh kesahnya. Bila tidak, perasaan tidak enak akan muncul. Belum lagi, bila saran atau masukan yang kita berikan kurang jitu. Sementara itu, menjadi pendengar saja, membuat mertua bosan
Meski begitu, menjadi tempat curhat mertua ada asyiknya juga lho.Kita bisa lebih dekat dengan mertua dan menjalin hubungan yang harmonis. Apalagi, bila mertua pun siap menjadi sahabat dikala kita ingin berbagi dengannya.

Bersikap Tegas

Tidak setiap mantu terpilih menjadi tempat curhat mertua. Patut disyukuri bila mertua mempercayai kita menjadi tempat curahan hatinya. Bahkan, psikolog keluarga Anggraeni Leimena, mengatakan bila seorang mantu bisa menjadi tempat curhat mertua, ia dianggap punya nilai lebih di mata mertuanya. Meskipun, anggapan ini tidak selamanya benar tapi setidaknya si mantu mendapat kepercayaan khusus dari mertuanya.

Yang menjadi masalah adalah apabila kepercayaan itu memberatkan posisi mantu. Misal; bila mertua selalu curhat pada saat yang kurang tepat. Seperti pada jam kantor. Selalu meminta perhatian lebih atau memaksa kita memberi solusi yang sebenarnya tidak dapat kita lakukan.

Keadaan ini menurut Anggraeni mungkin saja terjadi, terutama bila mertua sangat menggantungkan diri pada menantunya. Supaya kondisi di atas tidak terlalu sering terjadi, Anggraeni menyarankan agar kita bersikap bijaksana saat menanggapi curhat mertua. "Bersikpaklah tegas dan santun, saat menanggapi curhat mertua. Sikap ini akan mengesankan anda menghargai mertua, tapi juga tidak melalaikan pekerjaan lain," jelas dosen psikolog Universitas Indoensia ini.

Bila mertua curhat pada saat yang kurang tepat, sebaiknya katakan dengan sopan bahwa pada saat ini anda sangat sibuk dan buatlah janji sesegera mungkin. Tindakan ini memang memerlukan keberanian. Tapi dengan bersikap tegas anda justru akan lebih mudah memberikan waktu yang tepat bagi mertua anda.

Mertua pun jadi tahu kapan waktu yang tepat untuk mencurahkan isi hatinya pada anda tanpa merasa tersinggung karena dinomorduakan. Selain itu, anda bisa mengikis perasaan serba salah saat harus menolak telepon dari mertua tanpa harus berbohong.

Tempat Curhat Bijak

Bila anda sudah mampu bersikap tegas, tepatilah janji yang sudah anda ucapkan dan berikan perhatian penuh saat mertua mengungkapkan semua keluh kesahnya pada waktu itu. Sebaiknya dengarkan seluruh ceritanya dan jangan memotong pembicaraannya. Berikan komentar yang tulus jangan seadanya. Kata-kata 'oh' saja akan membuat mertua merasa tidak ditanggapi dengan baik. Bisa-bisa anda dicap sebagai menantu tak berguna.

Tapi, hindarkan pula komentar yang dapat membuat masalah menjadi lebih rumit. Misal, bila mertua punya masalah dengan menantu atau kerabat lain sementara anda tak tahu pasti permasalah tersebut. Komentar dan masukan anda mungkin tidak akan menyelesaikan masalah. Bahkan bisa jadi anda akan terseret ke dalam masalah tersebut.

Sebelum mertua meminta pandangan anda, sebaiknya tidak perlu memberikan saran apapun.Bisa jadi, mertua hanya butuh teman yang mau mendengarkan dan tak membutuhkan masukan anda. Tapi bila mertua meminta anda membantu memecahkan masalahnya, sebaiknya anda memberikan saran yang masuk akal, wajar, dan dapat dilakukan oleh mertua.

Jangan pernah menjanjika saran anda akan berhasil. Bila anda merasa mampu dan sanggup membantu menyelesaikan masalah mertua dengan keikutsertaan anda, anda boleh menawarkan bantuan. Tapi saran Anggraeni, mintalah ijin pasangan terlebih dahulu. "Sebaliknya bila anda tak sanggup memberikan saran yang baik dan bantuan langsung berterus teranglah. Katakan dengan jujur dan ungkapkan alasan mengapa anda tak bisa membantu mertua,"jelas Anggraeni.

Simpanlah apa yang diungkapkan mertua anda dan jangan menyebarkan masalah itu pada siapapun. Sebagai tempat curhat mertua anda adalah orang kepercayaannya. Jangan terpancing untuk mengemukakan masalah itu, apalagi pada keluarga yang lain. Bisa-bisa tindakan anda menimbulkan masalah yang lebih serius.

Tidak setiap menantu bisa jadi tempat curhat mertua. Bila anda selalu menjadi tempat curhat mertua mungkin saja ada menantu lain yang iri dengan kedekatan anda dan mertua. Bisa jadi, anda dicap sebagai penjilat. Hal ini memang menyakitkan karena membuat hubungan anda dengan kerabat lain jadi tidak enak.

Untuk menghindarkan keadaan ini, Anggraeni menyarakan beberapa sikap yang sebaiknya anda hindari. Misal; memberikan komentar negatif tentang keluarga lain yang tengah dibicarakan mertua. Sebaiknya tidak ikut memandang negatif pada keluarga atau kerabat lain yang tidak disukai mertua.

Mila Meiliasari
Sumber: Tabloid Ibu & Anak

0 Comments:

Post a Comment

<< Home